Rabu, 26 September 2012

ABSTRAK KTI 2009



ABSTRAK
Febriawati, Ratih Aliu. 2009. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kelopak Bunga
Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) terhadap Staphylococcus aureus
dan Escherichia coli dengan Metode Dilusi. Karya Tulis Ilmiah.
Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang, Pembimbing Drs. Sentot
Djoko Raharjo, S.Si.
Kata kunci : antibakteri, ekstrak kelopak bunga rosella, Staphylococcus aureus,
Escherichia coli, metode dilusi
Kelopak bunga rosella dapat digunakan sebagai antibakteri dalam
bentuk ekstrak dengan pelarut tertentu. Uji aktivitas antibakteri ekstrak kelopak
bunga dilakukan terhadap Staphylococcus aureus sebagai bakteri indikator untuk
gram positif dan Escherichia coli sebagai bakteri indikator untuk gram negatif.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak kelopak bunga rosella menggunakan metode
dilusi untuk mengetahui nilai KHM dan KBM. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui konsentrasi paling efektif ekstrak kelopak bunga rosella dalam
menghambat pertumbuhan dan membunuh S. aureus dan E. coli serta untuk
mengetahui adanya perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak kelopak bunga rosella
(Hibiscus sabdariffa Linn.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escheria
coli dengan metode dilusi .
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Akademi
Farmasi Putra Indonesia Malang tanggal 29 April sampai 24 Mei 2009.
Pengamatan dan penelitian terhadap aktivitas antibakteri ekstrak kelopak bunga
rosella pada S. aureus dan E. coli dilakukan dengan metode dilusi untuk
mengetahui nilai KHM dan KBM. Adapun populasi dan sampel pada penelitian
ini adalah ekstrak kelopak bunga rosella. Untuk analisis data digunakan kriteria
daya hambat minimum untuk KHM yaitu ditandai dengan derajat kekeruhan pada
tabung reaksi yang diamati serta digunakan kriteria daya bunuh maksimal untuk
KBM yaitu dilakukan penghitungan jumlah koloni bakteri yang ditumbuhkan
pada media selektif dengan menggunakan colony counter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas
antibakteri ekstrak kelopak bunga rosella terhadap S. aureus dan E. coli yaitu
ekstrak kelopak bunga rosella lebih banyak menghambat dan membunuh S.
aureus yang mewakili bakteri gram positif daripada E. coli yang mewakili bakteri
gram negatif. Hal ini dibuktikan ekstrak kelopak bunga rosella pada konsentrasi
40% sudah mampu menghambat dan membunuh S. Aureus sedangkan pada E.
coli pada konsentrasi 55% mulai menunjukkan aktivitas antibakterinya.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ekstrak kelopak bunga
rosella dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan terhadap infeksi yang
disebabkan oleh bakteri S. aureus ataupun bakteri gram positif lainnya.



ABSTRAK
Ngepi, Maria Dolfiana 2009. Pemanfaatan Minyak Atsiri Dari Daun Cengkeh
(Caryophilli Folium) Sebagai Obat Tradisional Dalam Bentuk Sediaan
Balsem. Karya Tulis Ilmiah. Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang,
pembimbing Drs. Bilal Subchan As., Apt.
Kata kunci : Pemanfaatan, Daun cengkeh, Obat tradisional, Balsem
Keanekaragaman hayati yang ada di bumi ini tidak hanya digunakan
sebagai bahan pangan ataupun untuk dinikmati keindahannya saja, namun
bermanfaat juga sebagai bahan untuk mengobati berbagai penyakit. Tanaman yang
ada, terutama yang tumbuh di Indonesia dikenal sebagai bahan yang efektif untuk
obat dan digunakan sebagai bahan baku industri obat di Indonesia, selain sebagai
obat tradisional. Cengkeh adalah salah satu hasil tanaman rempah di Indonesia.
Tanaman cengkeh banyak dibudidayakan untuk diambil bunga dan minyaknya.
Potensi tanaman cengkeh yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah
daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun
cengkeh supaya memiliki nilai komersil.
Daun cengkeh (Caryophili Folium) mengandung Minyak atsiri, tanin
galat, kalsium oksalat, dan berkhasiat sebagai analgesik, karminatif, dan stimulan.
Penelitian dilakukan di laboratorium farmasetika Akademi Farmasi Putera
Indonesia Malang, pada bulan April sampai Juni 2009. Penelitian terhadap
pemanfaatan daun cengkeh (Caryophili Folium) dilakukan dengan pengambilan
minyak atsiri daun cengkeh menggunakan metode destilasi uap air. Minyak
tersebut akan digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan sediaan balsem
dengan penambahan jumlah minyak yang berbeda pada ketiga formula balsem.
Adapun evaluasi yang dilakaukan terhadap sediaan balsem diantaranya uji
organoleptis, uji homogenitas dan uji volunter.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfatan daun cengkeh sebagai
obat tadisional dalam bentuk sediaan balsem menghasilkan balsem dengan mutu
fisik yang baik. Hal ini ditunjukan dengan beberapa pengujian yang dilakukan
terhadap balsem cengkeh tersebut yakni uji organoleptis dan uji homogenitas. Dan
pada uji volunter menunjukan bahwa responden sangat menyukai sediaan balsem
formula III dengan persentase sebesar 84,75% hal ini dikarenakan penambahan
jumlah minyak pada formula III lebih banyak dibanding formula I, dan II
Berdasarkan hasil penelitian disarankan adanya penelitian lebih lanjut,
perlu melakukan penelitian tentang efektifitas daun cengkeh sebagai analgesik,
stimulan, dan karminatif, perlu melakukan penelitian tentang dosis penggunaan
minyak atsiri daun cengkeh dalam sediaan topikal.
 

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
- See more at: http://zonablogging.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-nomor-halaman-keren-di.html#sthash.gpmQeUPv.dpuf
Selamat datang di blog PERPUSTAKAAN PUTRA INDONESIA MALANG , Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga bermanfaat bagi anda !! Welcome to LIBRARY PUTRA INDONESIA MALANG, Thanks for visiting our blog .. Hopefully useful for you !! :)